Musibah yang antri terjadi dibumi Indonesiaku
korban dan korban terus bak deret ukur yang tiada henti.
Satu demi satu permukaan bumi bangsaku dibangunkan
Tapi mengapa tak bangun juga
tidurmu lelap
kassihmu lenyap
amarahmu melekat
kecongkakanmu mendekap
bangunlah dari mimpi sesaat yang melupakanmu
di depan sama kebajikan, kebaikan, kearifan ada disetiap sisi
tak usah berkata, tak perlu bersenandung
semua ada di dalam qalbu alat ukurnya
tak perlu maskara, tak perlu baju, apalagi topi.
didepan sana Sang Illahi Robi menanti dengan kebaikan, kebajikan, dan amalan.
yang tak perlu kata tapi penuh makna.
yang tak perlu ucap penutup diri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar